Kasih tak sampai
Embun terbang menyambut alam
Daun jatuh memeluk bumi
Pohon menari tanpa malu
Percikan air mengalir deras
Ku terpejam menikmatinya, pikiranku terbang melayang menjemput khayal, dan bertanya-tanya apakah ini yang disebut anugerah ? ia datang tanpa pamrih.
Matanya berbinar indah, senyumnya hangat meneduhkan hatiku, apakah kau sadar? kau sudah berhasil membuatku jatuh cinta
Saat menatapmu, waktu terasa lambat, dunia seakan berhenti, hatiku terbakar api yang dahsyat, wajahku memerah tanpa sadar, malu berbalut suka menjadi satu.
Aku ingin selalu bersamamu, menuruni lembah yang gelap, berjalan menyusuri jalan, berbincang tentang sesuatu yang tak penting, menertawakan kekonyolan diluar logika. Walau hanya sebentar
Pergi ke tempat bersembunyi(kita) dan bercerita tentang hari ini, menangis lepas sambil menggenggam tangan satu sama lain, menguatkan tanpa menjatuhkan, dan larut dalam ketenteraman.
Aku takan mengkhawatirkan kejamnya dunia, selagi masih bisa melihatmu tersenyum, jiwaku takan redup, batinku selalu bersinar, dan harap yang tak pernah sirna.
Semarang sesudah hujan, 14/02/2021
Komentar
Posting Komentar