Surga yang Dirindukan, CEMORO

 







Pertama kali menginjakan kaki di desa Cemoro adalah tahun 2019. Desa yang penuh keragaman, ramah penduduknya dan memiliki ciri khas tersendiri. Gereja, vihara dan masjid berdiri kokoh berdampingan di antara lembah yang tinggi dan kabut yang tebal. Pengabdian 2 tahun lalu adalah peristiwa yang tak terlupakan.

Waktu itu, kita pergi menggunakan transportasi motor, kurang lebih 15 motor. Perjalanan sekitar 2-4 jam dari UNNES, termasuk ban bocor yang dialami Abdul. Menjelang gelap, kita masih melewati bukit yang tinggi dengan rintik hujan yang membuat tangan mati rasa.

Akhirnya kantor desa diatas bukit itu terlihat, perjalanan panjang yang letih pun terbayar sudah dengan keindahan bukit yang dipenuhi gemerlap cahaya lampu. Teh khas jawa yang identik dengan aroma dan rasanya yang kuat menemani bincang hangat teman-teman  di gazebo sambil disuguhi pemandangan yang indah.

Teh dan kopi disini rasanya berbeda karena seringkali  diproses dan diambil langsung dari kebun, masyarakat rata-rata memiliki kebun yang ditanami berbagai macam tanaman atau buah-buahan, sehingga ketika saling membutuhkan, mereka hanya bertukar hasil kebun. Rasanya tidak akan takut mati kelaparan jika tinggal disini, karena semuanya sudah tersedia disini.

Begitupula dengan keramahan penduduknya, saya merasakan betul betapa tulusnya mereka menyambut kami, mendampingi kemanapun pergi dan menjadi teman cerita setiap hari, semangat belajar mereka tentang kehidupan menjadi inspirasi saya betapa indahnya hidup ini untuk dinikmati.

Satu moment yang takan pernah saya lupakan adalah ketika mengajar anak SD kelas 3, kagum terhadap cita-cita mereka yang tinggi dan niat mulia mereka untuk berkontribusi pada negara. Kemudian salah satu siswa saya Tanya tentang hobi ”apa hobi kamu dek ?” dengan polosnya ia menjawab ” saya hobi cuci piring kak”. Semua teman-teman tertawa ketika saya menceritakan kejadian itu di evaluasi rapat. Rajin betul nih anak, senikmat apa sih kalo cuci piring tiap hari? :D mungkin anak ini berpikir bahwa hobi itu kebiasaan, dan masih banyak dari mereka yang belum mengerti tentang hobi.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah bukan kita yang mengajari mereka, tetapi kitalah yang belajar dari mereka tentang banyak hal, ketulusan, keihklasan, semangat belajar dan masih banyak lainnya.

























Komentar

Postingan Populer